10 December 2010

Rince Ray Show

I love cooking and I can't stop talking.
So I wanna be a chef and a talk-show host someday.
And there she is, my favorite host, Rachael Ray.....


She cooks, she talks, and she eats fat quite a lot :D
She is not one of those skinny, diet-freak, and clumsy women.
Yet she's adorable and fun.

So...
When I decide to quit my engineering life someday, I hope I can be what I want, do what I like, and get paid for what I love :D

Coming Soon:
Rince Ray Show

09 December 2010

Haji??

Seperti biasa, aku berteduh (baca: nge-net dan lunch gratis) di Lounge Indosat terminal 2 Cengkareng sebelum boarding. Dan tentu saja di "smoking" area krn makanan2nya lbh enak.
Well, I hate smokers, but trust me, less people smoke in this area because more people think of the same thing like me. They don't smoke but they prefer the foods here...

Namun hari ini ada yg beda.
-Aku gak kebagian tempat duduk, sodara2!!-

But no excuse to step back, I decided to share my table with others (read: they shared with me coz I came late ;p) .
- Risk: diajak ngobrol sm org yg gak dikenal, makan terpaksa lbh sedikit dr biasanya, pergerakan jd terbatas.
- Mitigation: Be Cool

Appetizer pertama aku duduk di plg pojok, terjepit di antara Haji dan Hajjah baru yg sibuk dengan aktivitas masing2.
Ada yg lg dandan, ada yg lg tiduran dengan kaki menghadap-ku persis, ada jg yg asik baca koran sambil sesekali melirik-ku (OK, gw GR, lbh tepatnya dia keheranan melihat gadis kecil yg dengan cueknya makan di tengah2 kerumunan rombongan haji)

Sekilas mataku menangkap ada meja kosong yg br ditinggalkan penumpang lain.
Dengan sigap aku memindahkan tas dan makananku ke meja kosong tsb. Fiuhh lumayan lah akhirnya punya meja sendiri.

Dan aku pun bergegas lagi mengambil appetizer ke-2 (Soto appetizer bukan sih? ;p)
Begitu sampai di mejaku, eh kok sdh ada 2 org bapak2 ya di sana?

((long story))

Instead of busy with the sharing stuffs, I observed like what Sherlock Holmes suggested (do not only see, do observe -SH-).
Aku mengamati sekeliling lounge itu.
Saking penuhnya dgn rombongan haji yg br pulang, bnyk yg duduk di lantai dengan tas2 mereka yg bejibun.
Kalo aku perhatikan ibu2 dan nenek2 yg ada di sana, dandanan mereka itu biasa bgt.
(Maaf) maksudku mereka bukan tipe Nyonya2 parlente gitu deh.
Yg ada di benakku saat itu adalah, 'Subhanalloh, sepertinya mereka bkn dr kalangan org2 kaya, namun mereka Haji lho..."

Lalu kapan aku Haji?
kata orang kan berhajilah selagi muda dan sehat.
Uang-ku mungkin cukup buat Umroh, tapi bnyk org menyarankan jgn Umroh sebelum Haji.
Klo sdh Umroh, pas Haji benerannya jd berkurang excitement-nya.
Takjub melihat Ka'bah pertama kali adalah sensasi yg tiada duanya (katanya)
Apalagi klo uang-nya pas2an mending maksimalkan tabungan buat Haji aja dulu :).

Tapi kapan ya?
Skrg aku msh nabung buat meng-haji-kan ortu dulu.
Klo nanya Ustadz sih sebenarnya yg utama adalah menghajikan diri sendiri.
Boleh meng-haji-kan org lain dgn alasan umur dan lain2, ini mulia dan tidak salah namun nilai-nya jd tdk utama.
Tapi ada juga pendapat yg mengatakan tetap harus kita pribadi dulu yg naik Haji sebelum org lain.
Bismillah, mudah2an kuat mencapai yg utama dan juga yg mulia...
Lagipula Haji itu kan panggilan dr Sang Kholiq.
Dan ditentukan oleh 3 hal: Niat, Nishab dan Nasib.
Ya seperti ibu2 dan nenek2 tadi...

02 December 2010

Please call me!!!

Great, two emergency cases at a time.
I barely slept for almost 40 hours.

Too many people called, my ears were getting hot, my head was burnt.
And for many times I hate my ring tone as it rings too much....
(Last month I just changed the tone from Lenka The Show into Sabrina Insomnia for same reason, Lenka rang a lot, and mostly it rang for problems (I.e my Bosses, Indosat or even my family) just everytime I was sleeping, eating, pee-ing or even putting on my mascara)

Now what? Should I change to other song again?
*Candidate: Sabrina - Irreplaceable.

One question: "Where's my boy? Why didn't he call me? I prefered his sound to theirs"

Ya ya ya tentu saja karena sekarang kita pake BlackBerry, kita lbh sering bbm dibanding tlp. Tapi kan tetap saja seharusnya dia menghiburku di saat genting....

So this morning when everything was fine, I bbm-ed him:
"Babe, why didn't you call me last nite?"
"Because I saw your status that u were sleeping. I didn't want to bother you"
"So why didn't you call when I was awake?"
"Because I know you were busy with the cases"
--excuses--

And just tonite I called him coz there was no news again from him since our last bbm.

"Honey, I'm awake now, why don't you call me?"
"(yawning) Hmm because you just woke me up. Hehehe..."
"Dasar kebo jam segini udh bobok!! Kmu blg semalam gak tlp aku karena takut bangunin aku setelah lembur 2 malam, nih sekarang aku telepon pas kmu tidur gapapa..."

(Both of us paused, and laughed :D)

So who's the right guy here?? Yg gak nelepon karena tkt ganggu tidur, ato yg nelepon malam2 cm bwt iseng gangguin dan bahas hal gak penting? :))

Emang plg seneng nelepon org tidur, suaranya msh serak2 basah...
Hihihi....


Sent from my mobile® device
powered by Sinyal Kuat INDOSAT